Ibadah Paskah I GMIM Talete Bait-Lahim, Iman Jemaat Diteguhkan Oleh Makna Kebangkitan Kristus

TOMOHON, Mandatrakyat – Ratusan jemaat memadati Gedung Gereja GMIM Talete “Bait-Lahim” Wilayah Tomohon Sentrum dalam Ibadah Paskah I yang digelar pada Minggu (5/4/2026) pukul 05.30 WITA.

Ibadah yang berlangsung khidmat dipimpin oleh Pdt. Karla Kalalo, STh, dengan bahan bacaan Alkitab dari Matius 28:1-10 dan mengusung tema, “Ia telah bangkit dari antara orang mati.” Suasana penuh sukacita dan penghayatan iman terasa sejak awal ibadah, seiring jemaat merayakan kebangkitan Yesus Kristus sebagai inti iman Kristen.

Dalam khotbahnya, Pdt. Karla Kalalo mengawali dengan mengulas rangkaian peristiwa tiga hari sebelum kebangkitan Yesus, termasuk penderitaan yang dialami-Nya hingga wafat di kayu salib.

Ia juga menyoroti kesetiaan para perempuan yang tetap setia mengiringi Yesus hingga saat kematian-Nya.

“Maria Magdalena dan perempuan-perempuan lainnya mendapat tempat terhormat karena dipilih Tuhan Yesus menjadi saksi pertama kebangkitan-Nya,” ujar Kalalo dalam khotbahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebangkitan Kristus merupakan dasar utama iman Kekristenan. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi simbol kemenangan atas maut sekaligus pemulihan hubungan manusia dengan Tuhan.

“Kebangkitan Yesus adalah kemenangan terhadap maut dan menjadi bukti kasih Allah yang memulihkan relasi suci manusia dengan-Nya,” jelasnya.

Ia menambahkan, makna kebangkitan hendaknya menjadi sumber harapan bagi setiap orang percaya dalam menjalani kehidupan, sekaligus memberi kekuatan untuk terus bersaksi di tengah dunia.

“Kuasa kebangkitan Kristus membawa semangat baru bagi jemaat untuk menjadi alat kesaksian yang hidup, menghadirkan damai sejahtera, serta hidup dalam persekutuan yang menyenangkan hati Tuhan,” tuturnya.

Menutup khotbah, Pdt. Karla mengajak seluruh jemaat untuk membuka diri terhadap pembaruan hidup melalui kuasa kebangkitan Kristus.

“Ia yang bangkit akan memperbaharui hidup pribadi kita dan juga persekutuan jemaat Talete,” pungkasnya.

Ibadah Paskah sesi pertama ini menjadi momentum penting bagi jemaat untuk memperteguh iman, sekaligus memperbarui komitmen dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

((Fjt)

Berita Terkait