Tomohon, MandatRakyat — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon hingga Desember 2025 berhasil membukukan laba sekitar Rp1,5 miliar. Capaian ini menjadi yang pertama sejak PDAM berdiri pada 2006.
Direktur PDAM Kota Tomohon, Adrian Ngenget, mengungkapkan hal tersebut saat bincang-bincang dengan media, Senin (29/12). Ia menyebut laba diraih melalui optimalisasi potensi perusahaan, efisiensi operasional, serta inovasi layanan sejak dirinya menjabat pada April 2022.
“Awal saya memimpin, jumlah sambungan aktif terlayani sebanyak 5.800 dengan DRD sekitar Rp500 juta. Per Desember 2025 meningkat menjadi 6.628 sambungan rumah dengan DRD Rp897,6 juta dan tingkat penagihan 87,5 persen,” ujar Ngenget.
Peningkatan signifikan, kata dia, didorong penambahan sambungan rumah serta bertambahnya kapasitas produksi air melalui proyek bantuan Kementerian PUPR. Sejumlah sambungan yang sebelumnya aktif tidak terlayani kini telah menjadi aktif terlayani.
Selain itu, PDAM membangun sistem jaringan dan menerapkan aplikasi mobile loket yang terintegrasi langsung dengan sistem pembayaran kantor. Sistem ini dilengkapi printer termal sehingga pelanggan menerima bukti pembayaran resmi, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran di lapangan.
Upaya peningkatan layanan juga dilakukan melalui pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Kapasitas produksi air bertambah 25 liter per detik, antara lain melalui peningkatan SPAM Mahlimbukar Dua dan pembangunan SPAM baru Makalisung di kaki Gunung Lokon. Saat ini, PDAM menargetkan satu SPAM melayani satu kecamatan.
Adapun SPAM yang telah beroperasi melayani wilayah Tomohon Barat, Utara, Tengah, Timur, dan Selatan. Pada 2025, PDAM juga merencanakan pembangunan SPAM Pangolombian untuk memperkuat layanan di Tomohon Selatan.
Dari sisi efisiensi, PDAM menekan biaya listrik dengan mengganti pompa hemat energi dan mengatur jam operasional. “Biaya listrik bisa ditekan dari sekitar Rp140 juta menjadi Rp80 juta per bulan,” kata Ngenget.
Menanggapi capaian tersebut, Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi kinerja manajemen PDAM. “Itu pencapaian luar biasa. Selama ini laporan keuangan PDAM selalu rugi. Berarti kinerja Direktur sangat baik,” ujar Caroll Senduk.
(490)

